Rabu, 14 November 2012

Cerpenku

Yang Ku Tunggu Akhirnya Datang Juga

*05 Februari 2012*

Hari itu adalah hari minggu, aku masih tenggelam dalam mimpi indahku. Kicauan burung yang terdengar dari luar jendela kamarku mengucapkan selamat pagi pada sang pemimpi. Sinar yang dipancarkan oleh sang penerang menyentuh tubuhku, kehangatannya membuatku terbangun dan lupa akan mimpi indahku. Ku tutup wajahku dengan boneka teddy bear kesayanganku.
     "Raishaaa !" Suara mama yang terdengar dari balik pintu berwarna putih.
     "Iya maaa .." Sahutku dengan lemas. "Bangun nak ! Sudah siang"
     "Iya iya !" Jawabku kesal.
Aku pun keluar dari kamar dan segera menuju kamar mandi. Ku tatap wajahku yang kusut pada sebuah cermin yang menempel di dinding. 
    "Hmm, tak terlalu buruk" bisikku dalam hati.
    "Raishaa !" Mama memanggilku dengan nada kesalnya yang khas.
    "Cepet mandi ! Jangan lama-lama disana !" Lanjut mama.
Sudah tidak aneh lagi jika mama seperti itu saat aku berada di kamar mandi. Bahkan kakak ku saja selalu memanggilku artis kamar mandi.
Setelah semuanya selesai, aku duduk di ruang tamu ditemani gitar kesayanganku. Aku melirik ke arah jendela, seseorang padaku di balik jendela itu. Aku hanya terdiam, ku alihkan pandanganku pada sebuah lukisan yang terpajang di dinding ruang tamu.
    "Dreeed .. Dreeed .." Hp ku bergetar, "1message" aku langsung membuka pesan itu.
    "Halo, bagaimana kabarmu Sha?"
Ray mengirimku pesan singkat, betapa senangna aku saat menerima pesan itu. Segera ku balas pesannya, akhirnya kami berkomunikasi melalui SMS.
 Ray adalah sahabat baikku, kami bersahabat sejak kecil dan orang tua kami un sudah saling mengenal.
Karena penasaran, aku mencoba untuk menghubungi dia.
   *Di telepon*    
     "Hallo?"
    "Iya, ada apa Sha ?"
   "Bagaimana keadaanmu?"  *konyol*
  "Hahaha, bukannya tadi aku sudah memberi tahumu ?" Jawab Ray disertai tawanya yang khas, jawaban itu membuatku malu ! Maluuuuuuu banget !
   "Aku hanya ingin mendengarkan langsung Ray"
  "Aku baik-baik saja Raisha sayang"
Waw ! Ketika dia memanggilku dengn kata sayang, seolah-olah ku terbang ke langit dan menari-nari di atas awan .. Hahaha
  "Kemana saja kau ? Baru muncul sekarang !" Tanyaku padanya dengan suara sedikit gemetar karena menahan tawa.
  "Maaf.. Hp ku dipinjam Trisha"
Dengan spontan aku menjawab ucapan Ray, lebih tepatnya lagi jawabanku adalah sebuah pertanyaan.
  "Trisha ? Siapa dia ?" Perasaanku mulai tidak tenang.
  "Dia kekasihku Sha" Ray menjawab pertanyaanku dengan santai. Padahal aku sangat panik. Sepanik adanya gempa bumi ! *LEBAY*
  "Oh, jadi dia kekasihmu?" Aku berusaha untuk tidak memperlihatkan kekecewaanku. Meski suaraku sudah mulai terdengar berat karena menahan tangis.
   "Iya Sha, dia kekasihku" Jawabnya dengan ceria.
Hatiku hancur! Sehancurnya-hancurnya! Aku hanya terdiam saat itu.
Segera ku tutup telepon itu, tak bisa ku bendung lagi air mataku. Air mata pun mengalir membasahi pipiku, "BROKEN HEART" kata anak zaman sekarang. AKU GALAU ..

Bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar